Multimetermerupakan sebuah alat yang dipakai untuk mengukur tegangan (voltage), arus listrik (Ampere), dan hambatan (Ohm) dalam satu unit. Alat ini memiliki setidaknya dua julukan lain, yakni multitester atau AVOMeter yang merupakan akronim dari Ampere Volt Ohm Meter. Anatomi Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi – Sistem saraf merupakan bagian
MembacaMultimeter. Kedua jenis multimeter (VOM digital dan analog) mengharuskan Anda memutuskan mana yang akan diuji terlebih dahulu: ohm, tegangan, atau arus. Selanjutnya, pilih rentang yang akan Anda uji. Misalnya: Pada multimeter analog, jika Anda menguji tegangan AC di stopkontak 120 volt, tetapi hanya mengatur sakelar fungsi ke 30 volt
Multimeter Cara kerja, Jenis, Cara Menggunakan. Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amperemeter). multimeter digital atau DMM (digital multi-meter) (untuk yang baru dan lebih akurat hasil
caramesincom-Cara Menggunakan Multimeter – Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Tegangan (Voltage), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Resistansi/hambatan) dalam satu kesatuan. Multimeter sering disinggung sebagai Multitester atau AVOMeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter). Ada 2 jenis Multimeter dalam
acengmesin12 #multitesteranalog #AVOmeteranalog #avometer #multimeter #multitesterVideo ini merupakan lanjutan dari video sebelumnya yang masih membahas car
MULTIMETERANALOG Multimeter digunakan untuk mengukur arus DC Untuk mengukur arus DC dari suatu sumber arus DC, skalar pemilih pada multimeter diputar ke posisi DCmA dengan batas ukur 500 mA. Adapun cara pemakaian multimeter adalah pertama-tama jarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat pada angka 0 pada skala DCmA , DCV
GRAm. Home Elektronika Cara Melakukan Pengukuran Arus pada Rangkaian Elektronika - Multimeter Analog tidak memiliki pengukuran arus AC tetapi hanya arus DC. Pada proses pencarian kesalahan dan perbaikan, anda jarang sekali melakukan pengukuran arus. Kebanyakan multimeter digital mempunyai pilihan pengaturan arus AC ACA or lac dan Arus DC DCA atau Idc dalam sebuah rangkaian, meski demikian hanya sedikit sekali jangkauan yang dapat dipilih. Normalnya multimeter analog tidak memiliki jangkauan arus AC. Pengukuran arus pada rangkaian Sebagaimana pada pengukuran tegangan, arus diukur ketika rangkaian bekerja dengan daya terpasang, tetapi arus harus diukur secara seri dengan rangkaian atau komponen yang diperiksa. Mengukur arus dengan multimeter digital Tombol Pengukuran Arus DC menggunakan Multimeter Digital. Jika ditekan tombol biru akan berubah menjadi Pengujian arus AC Tehnik Mengukur Arus Pada Rangkain Elektronika Memasang sebuah multimeter secara seri, bukan merupakan pekerjaan mudah. Pada beberapa kasus anda harus secara fisik memotong jalur pada titik yang ingin diperiksa dan emudian memasang probe pemeriksa melintasi potongan tersebut. Meskipun mudah untuk memotong rangkaian, perlu diingat bahwa anda harus menyambung kembali rangkaian tersebut. Setel multimeter pada fungsi yang dikehendaki DCA atau ACA dan pilih jangkauan yang sesuai. Jika anda tidak yakin dengan jangkauan yang tepat, setel multi pada jangkauan terbesar. Pastikan ahwa multimeter dapat menangani jumlah arus yang anda harapkan. Matikan semua daya ke rangkaian sebelum menyisipkan sebuah ampere meter sebagaimana terlihat pada foto di bawah. Sisipkan multi dan pasang kembali sumber tegangan. Baca nilai arus secara langsung dari panel LCD multimeter. Tehnik pengukuran arus pada rangkaian eleltronika Untuk melakukan pemeriksaan arus pada sebuah rangkaian elektronika, Anda harus melepas sambungan jumper jalur. Setelah itu silahkan menyambungkan DC ampere meter melintasinva. Sebagai contoh pada 2 gambar di bawah ini. Cara salah dalam melakukan pengukuran arus Gambar di atas adalah tindakan yang salah pada saat melakukan pengukuran arus. Dikatakan salah karena pada saat pengukuran arus, penyambung atau jumper jalur tidak dilepas terlebih dahulu. Kemudian untuk gambar dibawah ini adalah cara yang tepat dalam pengukuran arus pada rangkaian elektronika. Sebeleum dilakukan pengukuran arus, jalurnya di pisahakan dulu Jumper dilepas dulu pada saat mengukir arus dengan multimeter PERHATIAN Jangan pernah mencoba membaca arus secara paralel. Menempatkan ampere meter secara paralel dapat menyebabkan hubungan pendek rangkaian yang dapat merusak komponen, rangkaian yang diperiksa atau bahkan multimeter anda Open Link Download Seseorang yang berkecimpung di dunia internet sebagai part time blogger, dan bekerja sebagai seorang teknisi IT disebuah perusahaan di Bandung. Tertarik dengan dunia teknologi, komputer dan elektronika.
Multimeter merupakan sebuah alat ukur yang dipakai buat mengukur suatu Arus listrik Ampere, tegangan listrik Voltage, hambatan listrik Ohm dan tahanan resistansi. Sedangkan pada perkembangannya, multimeter masih bisa dipakai buat beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi dan lain sebagainya. Berdasarkan dari fungsinya, alat ini sering disebut dengan AVO meter yang artinya Ampere, Voltage, Ohm. Fungsi pada Multimeter1. Mengukur Arus Listrik2. Mengukur Tegangan Listrik3. Mengukur Hambatan Listrik4. Fungsi HFE5. Mengukur Nilai Kapasitansi6. Mengukur Frekuensi SinyalJenis – Jenis Multimeter1. Multimeter Digital2. Multimeter AnalogBagian – Bagian pada Multimeter1. Sekrup2. Tombol Pengatur Jarum Penunjuk3. Saklar Selector4. Lubang Kutub Positif + dan Negatif -5. Saklar Selector Polaritas6. Jarum Penunjuk7. SkalaCara Menggunakan MultimeterCara Kerja Multimeter Berikut ini, ada beberapa fungsi dari multimeter atau AVO meter yang perlu kamu ketahui nih, diantaranya yaitu 1. Mengukur Arus Listrik Fungsi utama pada AVO meter yaitu mengukur arus listrik. Ada 2 jenis Ampere yang ada disebuah alat ukur yaitu arus AC Alternating Current dan arus DC Direct Current. Buat menghindari kerusakan yang terjadi, maka dihimbau buat memperhatikan arus listrik yang akan kamu ukur dan jangan sampai diluar jangkauan batas ukur maksimal. 2. Mengukur Tegangan Listrik Fungsi AVO meter berikutnya adalah mengukur tegangan listrik atau tingkat Voltase dari sebuah komponen listrik. Disetiap Multimeter/AVO meter ini ada saklar selector yang berfungsi buat menentukan batas ukur maksimum. Makanya, kamu prediksi dulu level tegangan listrik dari sebuah rangkaian listrik yang akan kamu ukur. 3. Mengukur Hambatan Listrik Fungsi Multimeter/AVO meter selanjutnya yaitu mengukur tingkat hambatan atau resistansi dari suatu komponen listrik atau resistor yang mempunyai unsur resistansi. Penting, disini kamu harus memperhatikan batas ukur resistansi sebuah komponen listrik yang akan kamu pakai. 4. Fungsi HFE Gak semua alat ukur mempunyai fungsi Hfe. Fungsi Hfe ini dipakai buat mengetahui nilai dari faktor penguatan transistor. Fungsi Hfe ini biasanya dipakai buat mengukur penguatan transistor yang ada pada tipe NPN dan PNP. 5. Mengukur Nilai Kapasitansi Fungsi lain yang belum tentu ada pada setiap multimeter/AVOmeter yaitu mengukur nilai kapasitansi dari suatu kapasitor. Baik pada tipe Analog ataupun Digital. Keduanya mempunyai batas ukur tingkat resistansi yang harus diperhatikan. Pahami juga Rangkuman Materi Kapasitor 6. Mengukur Frekuensi Sinyal Fungsi yang terakhir dari sebuah Multimeter/AVO meter yaitu buat mengetahui nilai Frekuensi dari suatu isyarat atau sinyal pada komponen elektronika. Jenis – Jenis Multimeter Alat ukur buat rangkaian listrik ini terdiri dari 2 jenis, yaitu dari kategori Digital dan Analog. Nah, dibawah ini penjelasan lengkapnya. 1. Multimeter Digital Alat ukur jenis Digital lebih sering dipakai, karena cara kerjanya jauh lebih mudah dan akurat. Hasil alat ukur bisa dengan mudah dibaca pada layar digital yang tertera. Istilah lain dari multitester jenis ini yaitu DVOM Digital Volt Ohm Meter atau DMM Digital Multi Meter. Pada tipe Digital, selain bisa mengukur Tegangan, Hambatan, serta Arus listrik, alat ukur ini juga mampu melakukan pengukuran pada Hfe transistor yang ada pada tipe – tipe tertentu aja. 2. Multimeter Analog Jenis multimeter/AVO meter Analog yaitu analog dengan ciri – ciri berupa tampilan jarum jam yang dilengkapi dengan range – range angka hasil ukur. Dengan kata lain, jenis Analog lebih manual penghitungannya jadi dibutuhkan ketelitian terutama saat menentukan tegangan atau Voltase yang cukup besar. Selain itu, akurasi hasil perhitungannya dari multimeter Analog ini juga lebih rendah dibandingkan jenis Digital. Bagian – Bagian pada Multimeter Multimeter mempunyai beberapa komponen atau bagian-bagian penting didalamnya yang harus kamu ketahui dan pahami. 1. Sekrup Sekrup berfungsi buat mengatur kedudukan jarum jam atau dikenal dengan istilah Zero Adjust Screw. Sekrup ini bisa diputar ke kanan dan ke kiri memakai alat bantu yaitu Obeng. 2. Tombol Pengatur Jarum Penunjuk Tombol pengatur jarum penunjuk ini berfungsi buat mengatur jarus ukur, supaya berada pada posisi yang tepat nol. 3. Saklar Selector Saklar selector fungsinya buat memilih posisi pengukuran dan batas pengukurannya. Biasanya alat ukur ini mempunyai 4 posisi pilihannya, yaitu pengukuran resistansi, arus DC & AC, tegangan DC dan tegangan AC. 4. Lubang Kutub Positif + dan Negatif - Lubang kutub positif + dan negatif - tersebut fungsinya sebagai tempat test lead + warna merah atau – warna hitam. 5. Saklar Selector Polaritas Saklar selector polaritas ini fungsinya buat memilih polaritas arus DC Direct Current atau arus AC Alternating Current. 6. Jarum Penunjuk Jarum penunjuk ini dipakai buat menunjukkan besaran yang akan kamu ukur tegangan dari sebuah komponen listrik. 7. Skala Skala tersebut berfungsi buat membaca hasil akhir dari komponen listrik yang kamu sedang diukur tesebut. Cara Menggunakan Multimeter Langkah – langkah yang harus kamu lakukan saat menggunakan sebuah alat ukur multimeter/AVO meter, yaitu sebagai berikut Pertama, kamu perhatikan dulu, jarum penunjuk yang memperlihatkan skala juga pengaturan knob atau saklar yang dipakai buat mengatur fungsi Ampere, Voltage, ataupun lakukan setting juga pada skala x1, x10 atau yang lainnya dan pastikan knob pada posisi Off saat udah gak dipakai lubang buat memasukkan kabel jack sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Ada dua lubang yaitu + dan - yang nantinya menunjukkan polaritas dari tegangan atau kamu cek kembali apakah baterai udah terpasang dengan baik. Pastikan kondisi baterai tersebut masih bagus dan berkualitas. Ada beberapa hal, yang perlu kamu perhatikan saat menggunakan fungsi Ampere, Voltage, atau Ohm yaitu Saat mengukur arus Ampere, pastikan saklar pada posisi DCA. Putar saklar selector pada posisi atau skala di atas arus yang diukur. Hal ini buat menghindari kerusakan sekring, pastikan Power Suplay terhubung ke beban dan silakan baca hasil pengukuran di layar mengukur Tegangan, pastikan saklar berada di posisi AVC dan pilih skala pengukuran yang tepat. Kalo gak mengetahui nilai tegangan yang akan diukur, sebaiknya memilih skala tertinggi untuk menghindari kerusakan. Terakhir hubungkan Probe ke dalam terminal yang akan diukur. Silakan baca hasilnya di saat mengukur Hambatan Ohm, pastikan saklar di posisi tersebut. Lalu pilih skala yang diukur. Hubungkan Probe ke dalam komponen Resistor dan bacalah hasilnya di display. Cara Kerja Multimeter Alat ukur Multimeter/AVO meter ini mempunyai cara kerja yang cukup unik, loh! Didalam alat ini ada sebuah kumparan yang terbuat dari bahan tembaga. Kumparan tersebut diletakkan diantara 2 kutub, yaitu kutub Utara dan Selatan dan pada kumparan tersebut ada sebuah jarum ukur atau jarum meter sebagai penunjuk angka. Apabila kedua ujung kumparan tersebut dialiri oleh arus listrik, maka jarum jam akan bergerak menuju skala tertentu sesuai dengan yang sedang diukur. Multimeter mempunyai peran yang sangat penting, karena bisa mengecek kondisi suatu rangkaian listrik. Kesalahan yang terjadi, bisa diketahui dengan tingkat akurasi yang tinggi. Makanya, keberadaan alat multimeter ini sangat berguna buat para ahli elektronika dan alat ini sangat ringan/mudah buat dibawa kemana aja. Nah, itu tadi beberapa penjelasan lengkap mengenai Multimeter. Semoga bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀 Originally posted 2020-03-20 200023.
Cara Menggunakan Multimeter – Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Voltage Tegangan, Ampere Arus Listrik, dan Ohm Hambatan/resistansi dalam satu unit. Multimeter sering disebut juga dengan istilah Multitester atau AVOMeter singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter. Terdapat 2 jenis Multimeter dalam menampilkan hasil pengukurannya yaitu Analog Multimeter AMM dan Digital Multimeter DMM. Sehubungan dengan tuntutan akan keakurasian nilai pengukuran dan kemudahan pemakaiannya serta didukung dengan harga yang semakin terjangkau, Digital Multimeter DMM menjadi lebih populer dan lebih banyak dipergunakan oleh para Teknisi Elektronika ataupun penghobi Elektronika. Dengan perkembangan teknologi, kini sebuah Multimeter atau Multitester tidak hanya dapat mengukur Ampere, Voltage dan Ohm atau disingkat dengan AVO, tetapi dapat juga mengukur Kapasitansi, Frekuensi dan Induksi dalam satu unit terutama pada Multimeter Digital. Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter yang banyak terdapat di pasaran antara lain Voltage Tegangan AC dan DC satuan pengukuran Volt Current Arus Listrik satuan pengukuran Ampere Resistance Hambatan satuan pengukuran Ohm Capacitance Kapasitansi satuan pengukuran Farad Frequency Frekuensi satuan pengukuran Hertz Inductance Induktansi satuan pengukuran Henry Pengukuran atau Pengujian Dioda Pengukuran atau Pengujian Transistor Bagian-bagian penting Multimeter Multimeter atau multitester pada umumnya terdiri dari 3 bagian penting, diantanya adalah Display Saklar Selektor Probe Gambar dibawah ini adalah bentuk Multimeter Analog dan Multimeter Digital beserta bagian-bagian pentingnya. Cara Menggunakan Multimeter untuk Mengukur Tegangan, Arus listrik dan Resistansi Berikut ini cara menggunakan Multimeter untuk mengukur beberapa fungsi dasar Multimeter seperti Volt Meter mengukur tegangan, Ampere Meter mengukur Arus listrik dan Ohm Meter mengukur Resistansi atau Hambatan 1. Cara Mengukur Tegangan DC DC Voltage Atur Posisi Saklar Selektor ke DCV Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6 Volt, putar saklar selector ke 12 Volt khusus Analog Multimeter **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada terminal Positif + dan Probe Hitam ke terminal Negatif -. Hati-hati agar jangan sampai terbalik. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. 2. Cara Mengukur Tegangan AC AC Voltage Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt khusus Analog Multimeter **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif - dan Positif + Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. 3. Cara Mengukur Arus Listrik Ampere Atur Posisi Saklar Selektor ke DCA Pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika Arus yang akan diukur adalah 100mA maka putarlah saklar selector ke 300mA Jika Arus yang diukur melebihi skala yang dipilih, maka sekering fuse dalam Multimeter akan putus. Kita harus menggantinya sebelum kita dapat memakainya lagi. Putuskan Jalur catu daya power supply yang terhubung ke beban, Kemudian hubungkan probe Multimeter ke terminal Jalur yang kita putuskan tersebut. Probe Merah ke Output Tegangan Positif + dan Probe Hitam ke Input Tegangan + Beban ataupun Rangkaian yang akan kita ukur. Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter 4. Cara Mengukur Resistor Ohm Atur Posisi Saklar Selektor ke Ohm Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang artinya adalah “Kali”. khusus Multimeter Analog Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. Khusus untuk Analog Multimeter, diperlukan pengalian dengan setting di langkah ke-2
Pada artikel ini berisi mengenai tutorial Cara Menggunakan Multimeter Analog dengan Mudah agar kalian bisa pahami dan praktikanCara Menggunakan Multimeter Analog dengan - Multimeter analog merupakan salah satu alat ukur yang sering kali kita dengar ditelinga, yaitu alat ini berfungsi sebagai alat untuk mengukur tegangan searah dc atau bolak-balik ac, mengukur besar kuat arus, mengukur besar resistansi hambatan dari suatu melakukan pengukuran lakukan lah Kalibrasi Multimeter Analog bila jarum penunjuk tidak tepat pada posisi Mengukur Tegangan dengan Multimeter AnalogKetika kalian ingin mengukur tegangan dari sebuah sumber listrik pastikan terlebih dahulu apakah tegangan tersebut searah direct current/DCV atau tegangan bolak-balik alternating current/ACV. Contoh dari tegangan searah yaitu seperti baterai, aki, dan panel contoh dari tegangan bolak-balik yaitu seperti generator dan listrik PLN, perlu kalian ketahui bahwa untuk mengukur tegangan dari tegangan searah direct current/DCV berbeda dengan tegangan bolak-balik alternating current/ACV. Baca Juga Pengertian dan Bagian-bagian Multimeter Avometer Analog beserta FungsinyaSehingga perlu kalian perhatikan dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pengukuran Mengukur Tegangan Searah DCVdengan Multimeter AnalogUntuk melakukan pengukuran tegangan searah DCV perlu kalian perhatikan adanya kutub positif dan negatif dari sumber tegangan. Untuk Kutub Positif gunakan kabel probe berwarna merah atau kabel positif dan untuk Kutub Negatif gunakan kabel probe warna hitam atau kabel Mengukur Tegangan DC dengan Multimeter AnalogKesalahan saat penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan kutub tegangan dapat mengakibatkan kerusakan pada Pastikan Kabel probe Positif tercolok pada socket positif warna merah dan Kabel probe Negatif tercolok pada socket negatif warna hitam.2. Ubah selector voltmeter ke arah DCV dengan batas tegangan Kabel probe positif kaitkan ke sumber tegangan positif dan sebaliknya kabel probe negatif kaitkan dengan sumber tegangan negatif seperti pada Setelah masing-masing kabel probe terhubung dengan sumber tegangan yang akan diukur, perhatikan jarum Jika jarum pengukuran belum bergerak putar selector ke arah DCV dengan batas yang lebih kecil misal sebelumnya batas pengukuran 20 DCV putar ke 10 DCV.6. Lakukan langkah ke lima hingga jarum penunjuk bergerak menunjuk angka pada papan Perhatikan angka yang ditunjuk dan catat angka pada papan skala, gunakan papan skala V atau DCV untuk membaca Hasil pengukuran dapat dihitung dengan membaca Cara Menghitung Hasil Pengukuran Multimeter selector diarahkan pada batas ukur yang paling besar? ini bertujuan agar multimeter terhindar kerusakan akibat besar tegangan yang belum Mengukur Tegangan Bolak-balik ACVdengan Multimeter AnalogBerbeda dengan tegangan searah pada tegangan bolak balik tidak terdapat aturan mengenai kutub karena tegangan bolak-balik tidak terdapat kutub sehingga kita dapat dengan bebas menggunakan kabel probe saat pengukuran dan boleh Mengukur Tegangan AC dengan Multimeter AnalogPerlu kalian tahu saat mengukur tegangan bolak-balik haruslah berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kesetrum, dan gunakan sandal jepit yang Pastikan Kabel probe Positif tercolok pada socket positif warna merah dan Kabel probe Negatif tercolok pada socket negatif warna hitam.2. Ubah selector voltmeter ke arah ACV dengan batas tegangan Tidak aturan mengenai penggunaan kabel probe terhadap kutub listrik karena tegangan bolak-balik tidak terdapat kutub Setelah masing-masing kabel probe terhubung dengan sumber tegangan yang akan diukur, perhatikan jarum Jika jarun selector belum ada pergerakan ubah selector ACV dengan batas yang lebih kecil misal 500 ACV putar ke 250 ACV.6. Lakukan langkah ke lima hingga jarum penunjuk bergerak menunjuk angka pada papan Perhatikan angka yang ditunjuk dan catat angka pada papan skala, gunakan papan skala ACV untuk membaca Hasil pengukuran dapat dihitung dengan membaca Cara Menghitung Hasil Pengukuran Multimeter Mengukur Kuat Arus dengan Multimeter AnalogUntuk mengukur kuat arus pada suatu rangkaian kalian perlu melakukan pengukuran secara seri agar besar arus yang mengalir pada suatu rangkaian dapat terukur, dan juga harus memperhatikan kutub dan probe rangkaian agar dapat Mengukur Kuat Arus dengan Multimeter AnalogKetika melakukan pengukuran kalian perlu memperhatikan rangkaian dimana pengukuran kuat arus dilakukan secara seri dan rangkaian dalam kondisi tertutup atau Pastikan Kabel probe Positif tercolok pada socket positif warna merah dan Kabel probe Negatif tercolok pada socket negatif warna hitam.2. Ubah selector voltmeter ke arah mA dengan batas kuat arus Pastikan kutub postif rangkaian terhubung dengan kabel probe positif dan kutub negatif terhubung dengan kabel probe negatif , untuk menghindari Setelah masing-masing kabel probe terhubung secara seri dengan rangkaian yang akan diukur kuat arusnya, perhatikan jarum Jika jarum selector belum ada pergerakan ubah selector mA dengan batas yang lebih kecil misal 500 mA putar ke 250 mA.6. Lakukan langkah ke lima hingga jarum penunjuk bergerak menunjuk angka pada papan Perhatikan angka yang ditunjuk dan catat angka pada papan skala, gunakan papan skala mA untuk membaca Hasil pengukuran dapat dihitung dengan membaca Cara Menghitung Hasil Pengukuran Multimeter Mengukur Besar Hambatan Dengan Mutimeter AnalogUntuk mengukur besar hambatan resistor dengan multimeter analog sangatlah berbeda dibandingkan dengan mengukur besar tegangan ataupun kuat arus, karena pada pengukuran hambatan jarum pengukuran bergerak dari kanan ke Mengukur Hambatan dengan Multimeter AnalogDan untuk mengukur besar hambatan tidak perlu memperhatikan kutub, yang diperlukan adalah kalibrasi jarum pengukuran dengan knob hambatan dengan huruf 0 Pastikan Kabel probe Positif tercolok pada socket positif warna merah dan Kabel probe Negatif tercolok pada socket negatif warna hitam.2. Ubah selector voltmeter ke arah dengan batas hambatan Lakukan Kalibrasi dengan memutar knob ohm hingga jarum penunjuk menunjukkan angka 0 pada papan skala Pastikan kabel probe positif dan kabel probe negatif sudah terhubung dengan resistor seperti Setelah kedua kabel probe terhubung dengan resistor yang akan diukur besar hambatannya, perhatikan pergerakan jarum Jika jarum selector belum ada pergerakan ubah selector dengan batas yang lebih kecil misal 1k putar ke 500.7. Lakukan langkah ke lima hingga jarum penunjuk bergerak menunjuk angka pada papan Perhatikan angka yang ditunjuk dan catat angka pada papan skala, gunakan papan skala untuk membaca Untuk hasil pengukuran dapat dihitung dengan membaca artikel Cara Menghitung Hasil Pengukuran Multimeter mudah kan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tanya di kolom komentar dan jangan lupa bagikan semoga bermanfaat.
cara mengukur arus menggunakan multimeter analog